copyright (c) fauzieuy.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 14 November 2010

Melihat Bayangan Afterimage, Mata Bisa Menipu

Beberapa hari ini saya menemukan gambar yang bisa dibilang unik dan aneh, sobat bisa lihat beberapa gambarnya dibawah.


ni bukan gambar yang bergerak sob
gambar ini agak membingungkan...
sebelah atas sama yang sebelah bawah itu yang mana ya?
Unik kan? (uda biasa sob, lihat gambar seperti itu), yups, saya sangat setuju. Tapi apakah sobat tau kenapa gambar di atas bisa terlihat seperti itu?, banyak gambar yang seperti di atas sobat bisa cari di google, ketikan kalimat tanpa kutip "titik hitam yang unik". banyak kan sob?.

Seeing isn’t believing. Tak percaya? Kalau kita lihat gambar di samping, kita akan melihat titik-titik hitam. Tapi, apakah benar titik-titik hitam itu ada? Mungkin kita semua dapat menjawabnya: ya. Namun, sebenarnya tidak ada titik-titik hitam di sana. Mengapa bisa terjadi demikian? Bagaimana suatu pandangan dapat menipu kita dan mematahkan ucapan kita selama ini: “Saya tidak akan percaya sebelum melihat dengan mata kepala sendiri.” Nyatanya, mata kita sendiri juga dapat menipu kita. Mengapa demikian?
Ya, gambar tersebut merupakan gambar-gambar ilusi, sehingga menghasilkan bayangan gambar yang sebenarnya tidak ada.

ILUSI

Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.
  • Ilusi fisiologis
Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.
  • Ilusi kognitif
Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional.
Pada artikel ini kita akan mengenal lebih dalam mengenai ilusi optik, khususnya yang berhubungan dengan warna.

Ilusi optik selalu melibatkan gambar yang dapat dilihat secara visual, namun diartikan secara keliru oleh otak. Untuk mengetahui bagaimana ilusi dapat terbentuk, perlu kita ketahui terlebih dahulu bagian-bagian mata dan cara kerjanya secara singkat.

MATA

Bagian-bagian mata:

1. Pupil – rongga di tengah bola mata tempat masuknya sinar.
2. Kornea – melindungi mata dan membantu memfokuskan cahaya.
3. Lensa – memfokuskan cahaya ke retina.
4. Iris – otot disekitar pupil yang berwarna dan mengatur ukuran pupil.
5. Saraf optik – menghantarkan impuls ke otak.

Ketika kita melihat suatu benda, cahaya merefleksikan benda tersebut dan masuk ke mata kita melalui kornea, pupil, dan lensa. Cahaya tersebut difokuskan ke retina dan diteruskan ke otak untuk diterjemahkan (sehingga kita dapat mengetahui apa yang kita lihat).

Titik dimana saraf optik terhubung pada retina membentuk suatu bintik buta. Pada kehidupan sehari-hari, bintik buta ini tidak terasa karena mata kita selalu terus bergerak, dan salah satu mata akan menangkap bayangan yang mungkin pada mata lain tidak terlihat.

Lalu, bagaimana cara kita dapat membedakan warna? Ketika cahaya masuk ke retina, cahaya ini merangsang reseptor-reseptor kecil yang disebut sel batang dan sel kerucut. Sel batang bertanggung jawab terhadap pandangan hitam-putih. Sel kerucut bertugas melihat warna-warna lain. Sebagian sel kerucut menerima respon terhadap sinar merah, dan sebagian lainnya sinar biru dan hijau. Kombinasi ketiga warna ini membentuk bermacam warna yang dapat kita lihat selama ini. Contohnya, warna kuning terbentuk dari warna merah dan hijau. Warna-warna tersebut saling berlawanan, yaitu: merah dengan hijau, biru dengan kuning, dan hitam dengan putih.

ILUSI pertama
Untuk memperjelas keterangan di atas, kita dapat langsung mempraktekkannya.
Dengan melihat suatu warna dalam waktu yang lama (sehingga sinar jatuh pada area yang sama di retina), respon sel kerucut yang bertanggung jawab menghasilkan warna tersebut akan menjadi lelah. Jika kita langsung melihat ke daerah kosong (seperti tembok putih), sel kerucut yang lelah tersebut akan mengirimkan sinyal lemah, tetapi sel kerucut di sekitarnya tetap mengirimkan sinyal kuat. Hasilnya, kita akan melihat bayangannya/afterimage dalam warna yang berlawanan (contohnya, melihat gambar berwarna merah, hasil bayangannya akan menjadi hijau).

Mari kita praktekkan. Lihat gambar di bawah selama 1 menit pada 1 titik yang tetap, jangan menggerakkan mata. Setelah itu, segera lihat tembok kosong. Kita akan lihat bayangan afterimage-nya dengan warna yang berlawanan:
ILUSI  ke dua
Ini adalah contoh ilusi optik lain yang berhubungan dengan afterimage. Lihat tanda tambah di tengah. Lama-kelamaan, lingkaran-lingkaran berwarna ungu akan menghilang, dan kita akan melihat sebuah lingkaran hijau yang bergerak. 

Seperti gambar pada illusi yang pertama, semalam saya menemukan beberapa gambar dengan warna hitam putih dengan titik-titik di tengahnya. Banyak yang mengatakan hal itu adalah keajaiban, bisa dikatakan keajaiban si, tapi bukan ke ajaban objeknya, tapi keajaiban yang menciptakan dan memberikan kita mata. Saya tidak akan memberikan gambarny, karena takut menyangkut sara, tetapi saya akan memberikan satu buah gambar yang saya buat sendiri, kita bisa lihat dibawah, fokus pada titik-titik yang ada di tengah gambar, jangan mengedipkan mata selama 10 detik, lalu lihatlah ke bidang yang kosong (dinding) apa yang terjadi?


Postingan Terkait Lainnya :


4 komentar:

tambelan 14 November 2010 pukul 23.05  

Nice post .... sangat bermanfaat

dhiena 22 November 2010 pukul 14.04  

wah... saya lihat gambar hijau" diatas seperti berombak dan bergerak..
nice info :)

victor 24 November 2010 pukul 10.04  

Informasi yg bagus dan lumayan detaiLLL

Kaum GoBlog 4 Maret 2013 pukul 09.57  

Yang bendera dan S gak bisa lihat efeknya

Terimakasih atas komentar sobat yang baik dan sopan.

Posting Komentar

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP